Perlu Tahu! Seperti Ini Format Piala Dunia 48 Tim

Piala Dunia 2026

Secara resmi, FIFA selaku otoritas tertinggi sepakbola dunia telah mengumumkan. Bahwa pergelaran Piala Dunia 2026 mendatang akan diikuti oleh 48 tim. Dari sebelumnya hanya sebanyak 32 negara yang mengambil bagian turnamen empat tahunan sekali ini.

FIFA
FIFA resmi menambah peserta Piala Dunia 2026 mendatang menjadi 48 tim, dari sebelumnya 32 tim

Berdasarkan proposal yang dimuat oleh Biro FIFA, bahwa UEFA (konfederasi Eropa) akan memperoleh jatah langsung sebanyak 16 tim. Sedangkan, CAF (Afrika) hanya mendapatkan sembilan jatah tim, AFC (Asia) delapan negara, CONMEBOL dan CONCACAF masing-masing hanya dapat enam negara. Satu jatah terakhir akan didapatkan oleh negara bagian Oseania.

Negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia, pada babak utama kompetisi, negara tersebut berhak otomatis lolos. Dengan jatahnya dialokasikan ke konfederasi setempat. Sehingga secara total tiket yang telah diketahui adalah sebanyak 46 tim.

Dua tiket sisanya akan diperebutkan melalui sistem play-off. Dimana sistem tersebut bakal diikuti oleh enam negara. Adapun waktu berlangsungnya play-off pada bulan November, tepat sebelum babak utama dimulai.

Secara tidak langsung, sistem play-off yang baru ini akan menggantikan turnamen play-off antarkonfederasi yang sebelum-sebelumnya diterapkan pada edisi Piala Dunia dengan 32 tim. Pada nantinya, turnamen play-off sistem baru ini akan diikuti oleh enam negara dari setiap konfederasi, terkecuali Eropa.

Edisi Piala Dunia sejauh ini tetap akan diikuti oleh sebanyak 32 tim. Namun pada edisi 2026 mendatang, FIFA melakukan sebuah gebrakan sendiri dengan menambahkan tim menjadi 48 negara.

Pro Kontra Piala Dunia 2026

Meskipun edisi Piala Dunia 2026 akan digulir satu dekade lagi, akan tetapi pro dan kontra mengenai penambahan tim menjadi 48 negara dari sebelumnya 32 tim mulai mencuat.

Piala Dunia 2026
Pro dan kontra mengenai Piala Dunia 2026 yang menjadi 48 tim

Gianni Infantino selaku Presiden FIFA telah merealisasikan harapannya untuk meningkatkan jumlah partisipasi tim di pergelaran Piala Dunia sebanyak 50 persen. Nantinya, seluruh negara akan terbagi menjadi 16 grup, dimana masing-masing grup akan terdiri dari tiga tim. Dua tim yang berhasil finish di urutan teratas, maka berhak lolos ke fase knockout atau babak gugur 32 besar.

Sejauh ini memang belum ditentukan siapa yang bakal menjadi tim tuan rumah Piala Dunia 2026 mendatang. Akan tetapi, para pengamat sepakbola memprediksi bahwa pergelaran ajang empat tahunan pada edisi 2026 nanti akan dilangsungkan di zona CONCACAF (Amerika Tengah, Amerika Utara, Kepulauan Karibia). Atau bahkan kembali ke UEFA (Eropa).

Tidak menutup kemungkinan juga Piala Dunia 2026 nanti diselenggarakan di beberapa negara, seperti yang akan terjadi pada pergelaran Piala Eropa 2020. Jangan dilupakan juga bahwa zona OFC (Oseania) belum sekalipun mencicipi sebagai tuan rumah.

Namun dari pro dan kontra mengenai 48 tim, ternyata terdapat beberapa keuntungan dari sistem tersebut. Berikut ini keuntungan selengkapnya.

Keuntungan Piala Dunia 48 Tim

Piala Dunia 2026
Berbagai keuntungan Piala Dunia 2026 yang menjadi 48 tim
  • Menarik Dalam Hal Hiburan

16 grup akan berisikan masing-masing tiga negara. Dan hanya dua negara teratas yang berhak lolos ke fase berikutnya. Mungkin sebagian akan memandang bahwa tensi persaingan berkurang. Namun pengurangan gengsi laga itu hanya dikarenakan faktor semakin banyaknya negara yang berpartisipasi. Secara total, akan ada 80 pertandingan yang berlangsung.

  • Acara Budaya, Ekonomi Dan Sosial

Para peneliti di bidang sport management dan sport tourism juga telah melakukan peninjauan mengenai keuntungan Piala Dunia 2026 yang bakal diikuti sebanyak 48 tim. Dimana di setiap penyelenggaraan festival olaharaga akan mewarisi berbagai hal. Diantaranya, jenis olahraga itu sendiri, urban, lingkungan, sosial dan tentu ekonomi.

Tak dapat dipungkuri juga bahwa berbagai ajang Internasional, termasuk Piala Dunia akan mampu meningkatkan perekonomian negara setempat. Pengembangan tersebut secara rasional bakal lebih berakibat pada aspek budaya, ekonomi dan sosial.