Tua-Tua Keladi! Gaya Hidup Valentino Rossi Di Usia Ke-37

Valentino Rossi

Valentino Rossi dipastikan tetap akan berkarir di MotoGP dua musim kedepan, setelah kontraknya bersama tim Movistar Yamaha kembali diperpanjang. Itu artinya, pebalap berjuluk The Doctor itu tetap akan berpartisipasi di ajang balapan motor 1000c hingga usianya menyentuh 39 tahun.

Valentino Rossi
Gaya hidup Valentino Rossi di usia ke-37 tahun

Demi tetap dapat bersaing dengan para pebalap yang berusia jauh dibawahnya. Rossi dikabarkan telah mengubah gaya balapnya. Bahkan tidak hanya gaya balap yang Ia ubah, melainkan sisi kehidupan secara keseluruhannya.

Pada tanggal 16 Februari lalu, Rossi dan para penggemarnya di seluruh dunia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-37. Pada musim 2017 ini, Rossi tetap yakin bahwa penampilannya tidak akan berbeda jauh dengan musim sebelumnya.

Bukan tanpa alasan, juara dunia MotoGP sembila kali ini memiliki berencana untuk menggenapkan gelarnya menjadi ke-10 pada musim ini. Setelah pada musim lalu gagal menjadi juara dan harus rela finish di urutan kedua klasemen akhir MotoGP. Padahal, Rossi memiliki peluang besar pada musim lalu, andai Ia naik podium (setidaknya juara tiga) pada seri terakhir yang berlangsung di Valencia, Spanyol.

“Apabila Anda perhatikan sejarah kehidupan seorang manusia, ketika manusia menginjak usia 37 tahun, tidak akan berbeda jauh dengan 36 tahun,” ungkap Rossi.

Seperti yang dilansir dari salah satu media olahraga terpercaya, Mat Oxley yang merupakan sang penulis biografi Valentino Rossi mengungkapkan bahwa The Doctor telah banyak melakukan perubahan pada gaya hidupnya. Dibandingkan dalam satu dekade terakhir ini. Hal itu karena tuntutan turnamen MotoGP yang setiap musimnya selalu ketat.

Tiga Perubahan Gaya Hidup Rossi

Pada dahulu ketika Rossi masih muda, Ia seringkali menghabiskan waktu di Ibiza, Mediterania, Spanyol. Disana, Ia bersantai dan melupakan sejenak urusan di atas lintasan. Namun, beberapa dekade terakhir ini, gaya hidup Rossi telah berubah. Dan berikut ini tiga perubahan gaya hidup sang juara dunia MotoGP sebanyak sembilan kali itu.

Valentino Rossi
Valentino Rossi ketika berlatih demi meningkatkan kondisi fisiknya
  • Tak Ada Lagi Waktu Untuk Kelab Malam

Hal pertama yang berubah dari gaya hidup Valentino Rossi adalah Ia tidak lagi menghabiskan waktu di sebuah klub malam. Atmosfer balapan juga telah merubah dan membuat Rossi harus mengikuti perkembangan tersebut. Bukan karena para lawan Rossi yang juga telah berubah dan secara teknis membalap mereka juga berbeda. Tetapi juga tuntutan fisik yang dibutuhkan untuk mengendarai motor yang memiliki berat sekitar 157 kg.

Memang, Rossi tidak perlu lagi khawatir akan menghadapi Sete Gibernau dan Max Biaggi. Lebih dari hal itu, pembalap yang identik dengan nomor 46 itu harus bekerja keras untuk menghadapi perlawanan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

  • Rossi Rajin Berlatih

Saat ini, Rossi sangat rajin untuk berlatih. Rossi mengungkapkan bahwa lomba balap motor dalam dekade terakhir ini terasa lebih keras. Sehingga, Rossi lebih memilih menghabiskan waktu untuk berlatih di Tavullia, ketimbang bersenang-senang. Di tempat latihan pribadinya, Ia selalu menerpa gaya balapnya.

Selain berlatih di Tavullia, Rossi juga berlatih di gym untuk terus meningkatkan insting balapnya. Pasalnya, motor saat ini membutuhkan fisik yang lebih prima.

Kini, Rossi Lebih Displin

Perubahan gaya hidup Valentino Rossi yang ketiga adalah dimana saat ini Ia lebih displin. Bahkan dirinya juga jauh dari alkohol. Hal itu tentu untuk meningkatkan kondisi fisiknya. Dia juga terus melatih otot-ototnya.

Valentino Rossi
Valentino Rossi saat ini lebih displin

Banyak para atlet yang mudah dikalahkan dengan atlet yang lebih muda. Namun hal itu tidak berlaku untuk Rossi. Dia terbukti mampu melewati sekat generasi demi generasi.

Dramatis! Kemenangan Paling Bersejarah Di MotoGP

Kemenangan MotoGP

Perhelatan MotoGP tentu seringkali menyajikan suguhan balapan yang menarik. Dan terkadang juga penuh dengan kejutan. Fakta tersebut bukanlah hal yang terasa aneh, mengingat ajang balapan ini dipenuhi dengan para pembalap terbaik di dunia. Dimana mereka selalu memberikan penampilan terbaik ketika berada di atas lintasan.

Kemenangan MotoGP
Kemenangan dramatis dalam sejarah MotoGP

Ketatnya balapan kerap kali membuat jantung para penonton berdetak kencang. Baik penonton yang menyaksikan langsung di sirkuit. Maupun penonton dari balik layar kaca televisi. Manuver-manuver berbahaya yang sering dilakukan antarpembalap menjadi hal yang lumrah di setiap balapan.

Tidak heran bahwa beberapa kemenangan seorang pebalap diraih secara dramatis. Salah satu contohnya adalah ketika Valentino Rossi berhasil keluar sebagai pemenang, setelah mengalahkan perlawanan sengit Sete Gibernau.

Contoh teranyar yakni kemenangan yang diraih pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso pada MotoGP Austria yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring. Rider asal Italia itu terpaksa harus berusaha lebih keras untuk melawan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez. Bahkan, persaingan itu berlangsung hingga lap terakhir.

Kedua rider tersebut terlihat saling salip menyalip. Bahkan, Marquez harus melakukan sebuah manuver yang beresiko pada tikungan terakhir demi menyalip Dovi. Namun sayangnya, usaha The Baby Alien itu tidak membuahkan hasil.

Pebalap asal Spanyol itu terpaksa harus mengakhiri balapan dengan hanya finish di urutan kedua. Sementara, Dovi sukses menjadi yang tercepat di GP Austria.

Lantas, momen-momen dramatis seperti apa lagi yang terjadi di perhelatan MotoGP sepanjang sejarah? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Tiga Kemenangan Dramatis MotoGP

Valentino Rossi dan Sete Gibernau
Duel ketat antara Valentino Rossi dengan Sete Gibernau
  • Valentino Rossi vs Sete Gibernau

Valentino Rossi mengawali balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol pada MotoGP musim 2005 dari pole position. Sedangkan Sete Gibernau berada di urutan kedua. Sejak awal balapan, keduanya sudah menunjukkan kehebatannya di atas lintasan.

Pada lap terakhir, jarak kedua rider itu terbilang sangat tipis. Bahkan The Doctor sempat bersenggolan dengan Gibernau yang membuatnya keluar dari lintasan.

Namun, Rossi pada akhirnya berhasil keluar sebagai kampiun dengan catatan waktu 45 menit 43,156 detik. Sementara Gibernau harus puas finish di urutan kedua dengan catatan waktu 8,631 detik lebih lambat.

  • Valentino Rossi vs Casey Stoner

Balapan paling sengit lainnya adalah terjadi di MotoGP Amerika Serikat musim 2008. Dimana Rossi yang membela tim Yamaha terlibat persaingan ketat dengan pembalap Ducati Corse, Casey Stoner.

Kedua pebalap itu saling balap membalap sepanjang balapan. Bahkan mereka tidak ragu untuk melakukan beberapa manuver berbahaya. Karena jarak kedua pebalap itu begitu tipis.

Pada akhirnya, pembalap asal Italia itu sukses keluar sebagai pemenang. Setelah Stoner di lap terakhir melakukan kesalahan, yakni terlalu melebar. Meski begitu, Stoner tetap mengunci tempat kedua.

Valentino Rossi vs Marc Marquez

Bukan lagi sebuah rahasia besar bahwa perhelatan MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Assen menjadi balapan favorit bagi Rossi. Pada musim 2015, The Doctor mengawali balapan dari posisi terdepan.

Valentino Rossi dan Marc Marquez
Sirkuit Assen menjadi salah satu momen persaingan sengit antara Valentino Rossi dengan Marc Marquez

Kemudian, Rossi harus terlibat persaingan sengit dengan Marc Marquez. Saling salip menyalip diperagakan keduanya. Hingga pada lap penentu, keduanya terlihat bersenggolan.

Atas insiden itu, Rossi terpaksa keluar dari jalur lintasan dan memotong jalur gravel. Sedangkan Marquez tetap mampu mempertahankan kuda besinya di dalam lintasan.

Meski sempat keluar lintasan, Rossi tetap mampu mengakhiri balapan sebagai pemenang dengan catatan waktu 40 menit 54,037 detik. Adapun The Baby Alien mencatatkan waktu lebih lambat 1,242 detik.